KARIMUN (HAKA) – Kebijakan Pemkab Karimun membeli mobil dinas baru memicu kemarahan kontraktor lokal.
Mereka menilai pemerintah tidak memprioritaskan pelunasan utang proyek.
Salah satunya datang dari seorang pengusaha lokal, yang mengaku bernama Hendra
Sebagai seorang kontraktor lokal, ia merasa pemerintah daerah mempermainkan nasibnya. Ia kecewa karena pemerintah beralasan keuangan daerah sedang sulit.
“Pemerintah meminta kami bersabar, namun mereka menganggarkan Rp1,9 miliar untuk tiga mobil dinas baru,” ujarnya.
Hendra mengungkapkan para kontraktor kini berjuang menghadapi utang tunda bayar Pemkab Karimun. Total utang pemerintah mencapai Rp171 miliar.
“Bunga bank mengejar kami. Kami harus mencari dana talangan untuk gaji tukang, sementara pejabat mementingkan mobil baru,” keluhnya.
Hendra menilai, tindakan Pemkab Karimun mencerminkan hilangnya empati pemimpin daerah. Apalagi situasi ekonomi masyarakat saat ini sedang sulit.
Ia meyakini mobil dinas lama masih sangat layak pakai. Dana Rp1,9 miliar tersebut lebih bermanfaat untuk mencicil utang kontraktor kecil.
“Uang itu seharusnya berputar di masyarakat,” tegasnya.
Hendra meminta Bupati Karimun lebih bijak membedakan kewajiban mendesak dengan fasilitas pribadi. Kepentingan rakyat harus menjadi prioritas utama.
“Utamakan keringat orang yang telah membangun daerah ini,” pungkasnya penuh kekecewaan. (sih)





