TANJUNGPINANG (HAKA) – Setiap pagi, matahari muncul dari balik pepohonan, yang cahayanya menyinari suatu bangunan besar yang berdiri di tepian laut pulau tersebut.
Bangunan itu adalah Pelabuhan Dompak. Dulu tampak megah, kini berubah menjadi bangunan kusam. Cat dindingnya mengelupas, coretan menutupi tembok, dan rumput liar merayapisemua area.
Warga Dompak menyaksikan perubahan itu setiap hari, dan mereka merasakan luka yang tumbuh seiring kerusakan bangunan.
Hasan, salah satu warga Pulau Dompak, menunggu pelabuhan ini hidup kembali mendapat perbaikan dari pemerintah.
“Sejauh ini yang tumbuh hanya kerusakan fasilitas,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Kamis (20/11/2025).
Sambil memandang dinding pelabuhan yang retak, ia menyebut, saat proses pembangunan pelabuhan ini, besar harapan dari masyarakat.
“Sudah hampir 10 tahun pelabuhan ini berdiri, tapi tidak berfungsi,” ucapnya.
Terkadang, ia membayangkan banyak kapal yang berdatangan, dan meriahnya suasana jual beli di pelabuhan itu.
Ia menunjuk dinding yang menghitam. Catnya jatuh helai demi helai. Coretan besar menutup sebagian tembok.
“Banyak atap dermaga yang hilang berterbangan, berkarat, dan terkadang berjatuhan,” sebutnya.
Rijal, salah satu pemancing di kompleks itu, menilai, pelabuhan tersebut bisa membantu perekonomian daerah. Meskipun kondisi pelabuhan memprihatinkan, ia mengaku masih menyimpan harapan.
“Kalau pemerintah memutuskan untuk memperbaikinya dan menjalankannya, kami warga pasti mendukung,” tukasnya. (dim)





