TANJUNGPINANG (HAKA) – Sekretaris Komisi II DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin memiliki pandangan berbeda, terkait tiga pejabat pemprov yang menjadi calon Sekdaprov Kepri.
Menurutnya, siapapun Sekdaprov, harus mampu mencari solusi konkret, mengenai kondisi fiskal Kepri yang lebih baik.
“Karena sampai saat ini pemprov hanya mengandalkan dana transfer pusat,” ucapnya kepada hariankepri.com, Sabtu (20/12/2025).
Ia mengatakan, kondisi fiskal Pemprov Kepri sekarang ini, menjadi alarm mengenai tata kelola keuangan daerah yang tidak maksimal.
“Jadi, siapapun sekdanya nanti harus mampu membuka tabir masalah ini,” ucapnya.
Disinggung mengenai sosok itu adalah Kepala BKAD Kepri, Wahyu menjawab, bahwa yang selama ini berkecimpung di keuangan memang cuma Veni, hanya terkait hal itu jawabannya ada di fit and propertest.
“Ketiganya punya peluang yang sama, saya belum bisa menilai lebih. Namun, jika gubernur mengizinkan DPRD untuk ikut mengetes mereka, tentu saya akan tahu,” seloroh Wahyu.
Namun pesan Wahyu, persoalan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belanja pegawai yang membengkak hingga 37 persen, dan aset daerah menganggur, harus jadi konsen sekdaprov nanti.
“Pesan intinya jelas, kita di Kepri tidak bisa terus bergantung pada dana pusat. Sekdaprov harus bisa benahi itu,” tukasnya.
Seperti diketahui, 3 nama yang menjadi calon Sekdaprov Kepri adalah, Misni yang saat ini menjabat Asisten III Setdaprov Kepri.
Kemudian ada nama Kadis ESDM, Muhammad Darwin dan yang terakhir adalah Kepala BKAD Kepri, Venni Meitaria Detiawati. (fik)





