TANJUNGPINANG (HAKA) – Lima institusi besar menjalin kolaborasi untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola lingkungan melalui pelatihan bank sampah, Sabtu (16/5/2026).
Institusi tersebut meliputi Universitas Riau, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Universitas Islam Riau, Politeknik Negeri Bengkalis, dan DLHK Kepri.
Tim pengabdian menyasar Kelompok Dompak Mangrove Lestari, sebagai mitra utama guna mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat di kawasan pesisir.
Sejumlah akademisi dan praktisi senior terjun langsung membagikan ilmu mereka untuk menyukseskan program pengabdian masyarakat tersebut.
Prof Dr Ir Aras Mulyadi dan Prof Dr Ir Yusni Ikhwan Siregar memimpin tim ahli gabungan tersebut di lapangan.
Hadir pula Prof Dr Ir Efriyeldi, Henky Irawan, Marhadi Sastra, Winny Retna Melani, Arif Rahman Hakim, Bherly Andia, dan Novia.
Para peserta mempelajari konsep dasar sampah berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 saat mengikuti kegiatan tersebut.

Tim pengabdian mengajak warga mengubah pola pikir lama dan memperkenalkan prinsip 3R serta sistem ekonomi sirkular kepada masyarakat.
“Kami berharap masyarakat memahami bahwa sampah adalah sumber daya yang bernilai,” ujar Novia salah satu anggota tim pengabdian.
Selain teori, warga mengikuti simulasi operasional bank sampah melalui sistem “tiga meja” yang meliputi registrasi, pemilahan, penimbangan, dan pencatatan.
Pelatihan ini juga memperkenalkan teknologi modern berupa aplikasi Plastic Scanner untuk mengenali jenis plastik melalui telepon genggam.
Menurutnya, melalui sistem bank sampah, masyarakat mendapatkan lingkungan yang bersih, sekaligus membuka peluang ekonomi tambahan melalui saldo tabungan sampah.
Kelompok Dompak Mangrove Lestari menyambut positif kegiatan ini demi menjaga kelestarian ekosistem pesisir Kepulauan Riau. (dim)





