TANJUNGPINANG (HAKA) – DPRD Kepri menyatakan keprihatinan mendalam, atas kabar penghentian operasional maskapai Garuda Indonesia, di Bandara RHF Tanjungpinang.
“Garuda Indonesia menjadi ujung tombak transportasi udara bagi pelaku usaha dan investor,” ujar Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan.
Ia menjelaskan, bahwa aktivitas ekonomi dan investasi di Kepulauan Riau sangat bergantung pada dukungan transportasi udara.
“Penghentian layanan Garuda berpotensi menghambat investasi di Kepri, terutama pada sektor ekonomi di wilayah Bintan,” imbuhnya.
Iman berharap, pemerintah daerah segera mendorong pemerintah pusat, untuk mengkaji ulang rencana keputusan tersebut sebelum berlaku.
“Kemenhub harus mempertimbangkan dampak besar kebijakan ini terhadap iklim investasi di daerah kami,” tegasnya.
Sementara itu, General Manager Bandara RHF, Mohamad Setiadi Dermawan, membenarkan informasi mengenai rencana penghentian operasional maskapai tersebut.
“Kami masih menunggu pernyataan resmi secara tertulis dari pihak manajemen Garuda Indonesia,” ungkapnya.
Setiadi menegaskan bahwa otoritas bandara belum bisa memastikan alasan utama di balik penghentian rute penerbangan tersebut.
“Kami tidak dapat memberikan jawaban pasti sebelum menerima surat resmi dari manajemen Garuda,” jelasnya lagi.
Nantinya, maskapai Citilink akan mengambil alih layanan penerbangan setelah Garuda resmi berhenti beroperasi di Bandara RHF.
“Saat ini Garuda terbang tiga kali seminggu, sementara Citilink melayani jadwal penerbangan empat kali seminggu,” tutupnya. (dan)





