TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kepri, Venni Meitaria, merinci penggunaan pinjaman daerah senilai Rp400 miliar.
Venni mengatakan Pemprov Kepri mengalokasikan pinjaman tersebut untuk membiayai 45 kegiatan prioritas.
“Rp400 miliar itu kami peruntukkan bagi 45 kegiatan,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Pemprov Kepri menyalurkan anggaran itu di antaranya kepada Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perkim, Dishub, serta Dinas Pendidikan.
Dinas Pendidikan memanfaatkan anggaran tersebut, untuk mempercepat pembangunan gedung sekolah baru beserta fasilitas pendukung.
Pemprov Kepri juga mengalokasikan sebagian pinjaman untuk mengembangkan fasilitas RSUD Raja Ahmad Tabib.
“Kami akan membangun gedung poliklinik baru, merenovasi gedung poli lama untuk menambah ruang rawat inap,” kata Venni.
Venni mengakui pembayaran pokok dan bunga pinjaman akan membebani APBD Kepri.
Namun, menurutnya, manfaat program tersebut akan memberikan dampak ekonomi dan pelayanan publik yang lebih besar dalam jangka panjang.
Ia menyebut peningkatan layanan kesehatan dan perputaran ekonomi dari sektor pariwisata menjadi dua manfaat utama program tersebut.
“Multiplier effect yang dirasakan masyarakat jauh lebih besar dan jangka panjang,” tutupnya. (sih)






