TANJUNGPINANG (HAKA) – Persiapan sarana dan prasarana Bandara RHF Tanjungpinang untuk membuka rute internasional telah capai 80 persen. Demikian dikatakan Section Head of Airport Security and Service Bandara RHF Tanjungpinang, Rudy Sudrajat.
Ia mengatakan, bahwa sejak ditetapkan statusnya sebagai bandara internasional pada 8 Agustus 2025, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mematangkan sejumlah fasilitas yang ada di bandara tersebut.
“Secara sarana dan prasarana, bandara ini sudah pernah berstatus internasional, jadi kami sifatnya hanya mengaktifkan kembali fasilitas yang sudah ada,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Selasa (9/9/2025).
Lebih lanjut, ia menyebutkan, adapun beberapa alat yang saat ini sudah diaktifkan kembali seperti alat-alat konter Imigrasi dan x-ray milik Bea Cukai.
“Secara umum persiapan fasilitas yang ada kita sudah berada di angka 70 atau 80 persen. Beberapa peralatan juga kita tunggu datang dari pusat,” sebutnya.
Rudy menegaskan, bahwa sejauh ini permintaan maskapai untuk membuka rute internasional di Bandara RHF Tanjungpinang masih belum ada, baik penerbangan reguler maupun carter.
“Untuk rute internasional idealnya ke negara seperti Tiongkok, Singapura, dan Malaysia. Sebelumnya saat Bandara RHF masih berstatus internasional, Tiongkok paling banyak mendominasi penerbangan internasional,” tutupnya. (dim)





