BINTAN (HAKA) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Umum Kelas IIA Tanjungpinang, menghadapi krisis air bersih akibat musim kemarau yang melanda di wilayah Bintan.
“Kami mengalami kekurangan air bersih di lapas ini selama sebulan terakhir,” ucap Kalapas Umum Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto, kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
Mengatasi permasalahan ini, Untung memutuskan membeli air tangki mobil 4.000 liter per harinya selama sebulan terakhir.
Pasokan air ini, untuk memenuhi kebutuhan warga binaan pemasyarakatan sebanyak 681 orang.
“Jadi, masing-masing warga binaan harus melakukan penghematan air bersih,” tegasnya.
Ia memutuskan membeli air itu, karena pasokan air yang bersumber dari PDAM Tirta Kepri, tidak cukup untuk kebutuhan narapidana di lapas tersebut.
“Air PDAM hanya mengalir dua kali dalam seminggu saja,” terangnya.
Bukan hanya itu, debit air sumur bor yang ada di Lapas Tanjungpinang juga berkurang. “Kami sedot air sumur menggunakan mesin sekitar sejam sudah habis,” jelasnya.
Pihaknya juga memanfaatkan air tadah hujan di sekitar Lapas Tanjungpinang, untuk memenuhi kebutuhan dasar para napi.
“Kami juga menggunakan air kolam sedalam 7 meter,” imbuhnya. (rul)





