BINTAN (HAKA) – Kekeringan melanda Bintan, dan berdampak pada pasokan air bersih bagi masyarakat secara luas di seluruh wilayah pulau.
Kemarau panjang dan ketiadaan hujan sejak awal tahun menyusutkan volume air waduk PDAM. Bahkan, satu sumber air baku kini kering total.
Secara geografis, Bintan mengalami curah hujan rendah pada Februari hingga Maret. Faktor cuaca ini menguras volume air waduk dan sumur warga.
Bupati Bintan Roby Kurniawan memberi instruksi cepat dalam Rapat Koordinasi lintas sektoral.
Ia menanggapi serius fenomena kekeringan yang meluas saat ini, dengan memerintahkan seluruh OPD menyalurkan air bersih secara gotong royong.
“Saya minta OPD segera membagi tugas di tiap kecamatan. Susun skema penyaluran dan perbarui data warga terdampak bersama Camat serta Lurah,” tegasnya.
Pemerintah akan memanfaatkan seluruh sarana prasarana milik daerah. Roby juga mengajak pihak swasta mendukung penuh langkah jangka pendek penanganan krisis.
“Kita punya sumber air lain selain PDAM. Manfaatkan semua potensi dan kekuatan yang ada untuk menolong masyarakat segera,” ucap Roby tegas.
Data BPBD mencatat 24.479 KK kesulitan air bersih di hampir seluruh kecamatan. Hanya Kecamatan Mantang dan Tambelan yang kondisinya masih aman.
Bupati Roby mendukung usulan modifikasi cuaca sebagai ikhtiar teknis. Ia juga mengajak seluruh Camat dan masyarakat melaksanakan salat Istisqa memohon hujan.
“Kita tempuh jalur darat, udara, dan langit. Semoga Tuhan mengijabah doa kita agar kondisi Bintan kembali normal,” pungkas Roby. (rul)





