TANJUNGPINANG (HAKA) – Perumda Air Minum Tirta Kepri, mengalokasikan dana dari penambahan pendapatan tarif baru untuk peremajaan alat dan pemeliharaan mesin serta pipa.
​Oleh karena itu, anggaran tersebut akan berfokus untuk mengganti pompa-pompa yang sudah rusak atau menurun kapasitasnya karena faktor usia operasional.
​”Mulai bulan Juli, nominal alokasinya sebesar Rp 276 juta, murni untuk pemeliharaan,” kata Dedi Junaedi.
​Sementara itu, Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Kepri tersebut menilai, langkah peremajaan mendesak karena angka kehilangan air mencapai 37 persen.
Lebih lanjut ​Dedi membeberkan, bahwa daerah dengan tingkat kerawanan bocor tertinggi berada di sekitar kawasan Rimba Jaya, Jalan Pemuda, dan wilayah sekitarnya.
Terkait hal itu, ​pihak manajemen mengidentifikasi, jaringan pipa di wilayah-wilayah rawan tersebut sebagai bagian dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) PCM.
​”Target kami menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan meningkatkan kepercayaan investor,” tutur Denny.
​Oleh sebab itu, prioritas utama Perumda Tirta Kepri alias PDAM ini adalah, melakukan penggantian jaringan pipa berukuran kecil di area pemukiman warga secara bertahap.
Menurutnya, ​perusahaan telah berhasil mengalihkan jaringan pipa yang mengalir di sekitar 15 perumahan warga untuk mengurangi risiko kehilangan air.
​Namun, penggantian pipa induk dari Sungai Pulai ke arah kota belum menjadi prioritas, karena membutuhkan biaya besar serta teknis rumit.
​Perumda Tirta Kepri sudah membentuk sekitar 30 District Meter Area (DMA), salah satunya di area Rawasari, untuk mempercepat deteksi kebocoran.
​”Karena itu, setiap kebijakan akan kami susun secara terbuka, berbasis data,” tegasnya.
​Perusahaan juga meningkatkan sistem pengawasan, dengan merencanakan penggunaan teknologi Smart DMA, atau sensor digital real time.
​Teknologi Smart DMA ini, berfungsi untuk mendeteksi anomali atau kelainan debit air, pada zona bawah tanah secara otomatis.
​Dedi memberikan catatan bahwa alat sensor digital ini tidak bisa mendeteksi titik pasti kebocoran secara spesifik.
​Petugas lapangan tetap akan melakukan pencarian manual di zona yang terindikasi mengalami kelainan debit air tersebut.
​Saat ini, pihak Perumda Air Minum Tirta Kepri sudah memulai tahapan simulasi teknologi Smart DMA.
“Dan akan menerapkannya dalam waktu dekat,” tukasnya. (sih)






