27.1 C
Tanjung Pinang
Rabu, Agustus 19, 2026
spot_img

Kawasan Rimba Jaya dan Jalan Pemuda Rawan Bocor Pipa PDAM

TANJUNGPINANG (HAKA) – Perumda Air Minum Tirta Kepri, mengalokasikan dana dari penambahan pendapatan tarif baru untuk peremajaan alat dan pemeliharaan mesin serta pipa.

​Oleh karena itu, anggaran tersebut akan berfokus untuk mengganti pompa-pompa yang sudah rusak atau menurun kapasitasnya karena faktor usia operasional.

​”Mulai bulan Juli, nominal alokasinya sebesar Rp 276 juta, murni untuk pemeliharaan,” kata Dedi Junaedi.

​Sementara itu, Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Kepri tersebut menilai, langkah peremajaan mendesak karena angka kehilangan air mencapai 37 persen.

Lebih lanjut ​Dedi membeberkan, bahwa daerah dengan tingkat kerawanan bocor tertinggi berada di sekitar kawasan Rimba Jaya, Jalan Pemuda, dan wilayah sekitarnya.

Terkait hal itu, ​pihak manajemen mengidentifikasi, jaringan pipa di wilayah-wilayah rawan tersebut sebagai bagian dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) PCM.

​”Target kami menghadirkan pelayanan yang lebih modern dan meningkatkan kepercayaan investor,” tutur Denny.

​Oleh sebab itu, prioritas utama Perumda Tirta Kepri alias PDAM ini adalah, melakukan penggantian jaringan pipa berukuran kecil di area pemukiman warga secara bertahap.

Menurutnya, ​perusahaan telah berhasil mengalihkan jaringan pipa yang mengalir di sekitar 15 perumahan warga untuk mengurangi risiko kehilangan air.

​Namun, penggantian pipa induk dari Sungai Pulai ke arah kota belum menjadi prioritas, karena membutuhkan biaya besar serta teknis rumit.

​Perumda Tirta Kepri sudah membentuk sekitar 30 District Meter Area (DMA), salah satunya di area Rawasari, untuk mempercepat deteksi kebocoran.

​”Karena itu, setiap kebijakan akan kami susun secara terbuka, berbasis data,” tegasnya.

​Perusahaan juga meningkatkan sistem pengawasan, dengan merencanakan penggunaan teknologi Smart DMA, atau sensor digital real time.

​Teknologi Smart DMA ini, berfungsi untuk mendeteksi anomali atau kelainan debit air, pada zona bawah tanah secara otomatis.

Baca Juga:  Keamanan Data Warga, Disdukcapil Kantongi Sertifikasi ISO 27001

​Dedi memberikan catatan bahwa alat sensor digital ini tidak bisa mendeteksi titik pasti kebocoran secara spesifik.

​Petugas lapangan tetap akan melakukan pencarian manual di zona yang terindikasi mengalami kelainan debit air tersebut.

​Saat ini, pihak Perumda Air Minum Tirta Kepri sudah memulai tahapan simulasi teknologi Smart DMA.

“Dan akan menerapkannya dalam waktu dekat,” tukasnya. (sih)

Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru