TANJUNGPINANG (HAKA) – Harapan warga Tanjungpinang Timur memiliki gedung SMAN 3 baru harus sirna pada tahun 2026 ini.
Sebab, Pemprov Kepri membatalkan pembangunan sekolah itu, karena kondisi keuangan daerah yang mengalami kesulitan.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung menyebut kebijakan efisiensi anggaran, menjadi penyebab utama proyek ini urung berjalan.
“Kami belum bisa melaksanakan pembangunan karena keterbatasan anggaran di tengah efisiensi saat ini,” jelasnya kepada hariankepri.com.
Padahal, Pemprov Kepri sebelumnya sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3 miliar dalam APBD, untuk membiayai proyek tersebut.
Namun, dana tersebut tetap tidak bisa cair karena kondisi kas daerah yang sedang tidak memungkinkan saat ini.
Meskipun proyek sekolah baru batal, Andi
Agung meminta para orang tua siswa agar tidak perlu merasa cemas.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan, daya tampung SMA di ibu kota Provinsi Kepri sebenarnya masih sangat mencukupi kebutuhan.
Andi mencatat pada tahun ajaran 2025 masih tersedia sekitar 1.100 bangku kosong di berbagai SMA yang ada.
“Secara umum bangku sekolah masih cukup, tidak ada penumpukan siswa di satu titik,” tegas Andi.
Menurutnya, persoalan utama muncul dari pola pikir orang tua yang sering memaksakan anak masuk ke sekolah favorit tertentu.
“Orang tua cenderung hanya memilih sekolah tertentu saja. Padahal kualitas seluruh sekolah di Tanjungpinang sudah sama saja,” pungkasnya. (dim)





