TANJUNGPINANG (HAKA) – Perumda Air Minum Tirta Kepri mengevaluasi, teknis proyek pipa darurat yang sebelumnya mereka siapkan, untuk menghadapi musim kemarau.
​Kepala Bagian Teknik Perumda Tirta Kepri, Dedi Junaedi menjelaskan, pihaknya sengaja memilih interkoneksi jaringan distribusi, guna memperkecil dampak krisis air bersih.
​Mengenai kondisi terkini Waduk Gesek, Dedi menyebut, seluruh pengerjaan jalur darurat tersebut saat ini sudah rampung.
​Pasokan air di waduk kembali normal sejak berakhirnya musim kemarau lalu, tepatnya di sekitar bulan April.
​Saat kemarau melanda, debit air Sungai Pulai sempat menyusut sehingga manajemen harus mencari solusi tanpa alat berat.
​Dedi memaparkan, kapasitas air Perumda Tirta Kepri saat ini berada di angka 210 hingga 220 liter per detik.
​”Kapasitas ini masih aman jika berada di angka 200 liter per detik,” jelasnya.
​Untuk mengatasi penyusutan debit, tim produksi menggabungkan tali-tali air kecil agar mengalir menuju ke area tangkapan utama.
​Perumda Tirta Kepri, juga intens berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan BMKG terkait pantauan berkala curah hujan.
​Tim produksi terpaksa mengeruk jalur air di Sungai Pulai secara manual karena alat berat tidak bisa memasuki medan lokasi.
​Dedi mengakui pengerukan manual hanya efektif menjaga suplai air di dalam pipa distribusi, bukan mengatasi kekeringan secara total.
​Oleh karena itu, Perumda Tirta Kepri sempat memberlakukan simulasi interkoneksi wilayah luar untuk membagi area pelayanan kepada pelanggan.
​Pelayanan air bersih dari Waduk Gesek khusus untuk melayani pelanggan sampai batas Kilometer (Km) 10 Tanjungpinang.
​Sedangkan untuk area Km 10 ke atas sampai Km 5, pasokan airnya bersumber melalui sistem interkoneksi Sungai Pulai. (sih)





