Beranda Daerah Bintan

Kampusnya Ditutup, Pemkab Bintan Janji akan Bahas Soal BTI dengan Pemprov Kepri

0
Asisten III Sekdakab Bintan Kartini (kiri) bersama pengelola BTI dan wisudawati Angkatan ke-8-f/masrun-hariankepri.com

BINTAN (HAKA) – Asisten III Administrasi Umum Sekdakab Bintan Kartini yang mewakili Pemkab Bintan menuturkan, pihaknya mengapresiasi para pengelola maupun dosen BTI, telah menciptakan SDM yang memiliki kualifikasi serta kompetensi kerja.

“Selama ini, kita ketahui bahwa lulusan dari BTI ini banyak yang sudah bekerja karena, mereka didik di sini siap untuk dipekerjakan,” ucap Kartini, Senin (18/10/2021).

Bahkan lulusan dari sini pun sudah banyak juga bekerja di luar negeri, baik di restoran berbintang maupun di kapal pesiar.
Untuk, itu pihaknya meminta wisudawan untuk meningkatkan kemampuan serta menguasai beberapa bahasa Asing.

“Sehingga mereka bekerja, bukannya hanya di daerah ini tapi juga bekerja di negara lain. Apalagi kampus ini pernah dapat awards tingkat nasional,” harapnya.

Berkaitan dengan kelanjutan pendidikan BTI yang tahun ini tidak lagi beroperasi. Kartini menambahkan, Pemkab Bintan akan memberikan catatan serta masukan, kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, untuk meningkatkan pengembangan pendidikan pariwisata ke depan.

“Supaya pendidikan Kampus BTI tetap berlanjut ke depannya,” ucap Kartini, usai menghadiri 28 wisudawan-wisudawati Kampus BTI Kijang yang digelar di Bintan Pearl Beach Resort, Jalan Pantai Trikora, Teluk Bakau, Gunung Kijang.

Sebab, terkait dengan pendidikan tinggi (PT) itu kewenangan provinsi. Tingkat kabupaten hanya punya kewenangan pendidikan mulau PAUD, SD dan SMP saja.

“BTI berdiri dan membangun sejak 2013 hingga saat ini. Tentu akan menjadi, cikal bakal, bahan atau masukkan untuk pengembangan bagi pemprov ke depan,” jelasnya.

Kartini juga menambahkan, Kampus BTI ditutup untuk sementara waktu. Untuk itu, pihaknya akan membahas lebih jauh tentang eksistensi kampus ini dengan Pemprov Kepri.

“Sebenarnya, bukan disetop atau bubar kampusnya ya. Karena ini, ada strategi tertentu, berkaitan dengan pendidikan tinggi itu kewenangannya ada di provinsi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur BTI Kijang, Rudy Firmansyah SAP, CHA mengatakan, pihaknya telah wisuda angkatan ke-8 sebanyak 28 mahasiswa.

“Alhamdulillah, hari ini Senin (18/10/2021), ada 28 mahasiswa-mahasiswi batch (angkatan) ke-VIII,” ungkapnya.

Masing-masing lulusan atau alumni BTI, menurut Rudy, telah memiliki keterampilan (skill) di bidang perhotelan yakni, rooms division, F&B product atau pastri, F&B Service dan front office.

SDM BTI yang siap kerja itu juga, dibekali 4 sertifikasi kompetensi yakni, sertifikat hotel tempat praktik, kampus BTI sebagai tanda kelulusan, sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Indonesia, dan sertifikat internasional dari Australia I’M Alert Food Safety.

“Sehingga jebolan BTI bisa bersaing di dunia kerja baik dalam dan luar negeri,” terangnya.

Namun dibalik itu, sambung Rudy, wisuda tahun akademik 2020-2021 ini merupakan wisuda terakhir BTI di dunia pendidikan. Artinya, proses pendidikan kampus tidak dilanjutkan lagi.

Pasalnya, bangunan dan seluruh fasilitas aset lainnya telah diserahkan kepada Pemkab Bintan, melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bintan pada bulan lalu.

“Dan saya minta izin kepada mereka (Pemkab Bintan) untuk saya bisa menyelesaikan tanggungjawab saya sampai tanggal 1 November 2021. Kita resmi membubarkan diri,” tutupnya. (rul)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here