TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan menyebut, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri terus menunjukkan tren positif.
“Dari Mei yang sempat 210.000, kini sudah tembus 867.000 kunjungan berdasarkan data BPS,” sebut Hasan kepada hariankepri.com.
Hasan menjelaskan, perputaran uang dari sektor ini tetap memberikan dampak instan pada sektor UMKM lokal.
“Sangat berdampak langsung. Contohnya belanja ikan bilis di pelantar. Jam 8-9 pagi wisatawan sudah ramai beli untuk oleh-oleh,” terangnya.
Karakteristik pariwisata Kepri berbeda dengan Bali, karena pergerakan turis di Tanjungpinang dan Batam sepenuhnya berjalan menggunakan kontrak paket rombongan.
”Bukan seperti di Bali, turis bisa jalan kaki bebas cari makan sendiri,” tambahnya.
Hasan menegaskan, keterikatan waktu dengan agen perjalanan juga membuat durasi kunjungan wisatawan di Pulau Penyengat, hanya bertahan satu hingga dua jam.
“Ini karena terikat deadline jadwal travel agent,” ujarnya.
Hasan menilai, ketersediaan ragam atraksi, seperti dunia malam juga menjadi faktor pembeda angka kunjungan Batam dan Tanjungpinang.
“Batam itu paket lengkap, termasuk dunia malam. Itu menjadi salah satu alternatif atraksi yang kuat bagi wisman,” pungkas Hasan. (sih)






