BINTAN (HAKA) – Kades Numbing Herry Yudo Santoso angkat bicara terkait tudingan Aliansi Nelayan Pesisir. Aliansi menyebut dirinya berpihak pada proyek pengerukan pasir laut.
Herry membantah isu, yang menyebutkan bahwa pemerintah desa sengaja mengatur forum pertemuan untuk membatasi ruang bicara para nelayan yang menolak.
“Posisi kami hanya memfasilitasi pertemuan warga. Kami berada di tengah-tengah dan bersikap netral,” ujar Herry kepada hariankepri.com, kemarin.
Menanggapi klaim kericuhan dan gelombang penolakan besar, Herry memaparkan data perbandingan warga agar publik mengetahui hal tersebut.
Ia menyebut, aspirasi penolakan tersebut tidak mewakili mayoritas warga Desa Numbing.
“Total ada 749 Kepala Keluarga (KK) di Desa Numbing. Warga yang menyatakan menolak hanya sekitar 13 KK di Kampung Gudang Arang,” ungkapnya.
Meski demikian, Herry mengaku tetap menghargai perbedaan pandangan dari 13 KK tersebut.
Terkait kekhawatiran dampak lingkungan, ia menjelaskan, bahwa proyek tersebut merupakan program resmi pemerintah pusat yang sudah melalui kajian ahli.
“Ini program kementerian, ada legalitasnya. Pemerintah desa tentu mendukung program resmi pusat,” tambahnya.
Herry juga menyayangkan, sikap aliansi yang langsung melontarkan tudingan tanpa berkomunikasi langsung dengannya.
“Mereka tidak pernah bicara langsung ke saya untuk menanyakan posisi saya. Kalau ada persepsi saya memihak, silakan, itu hak mereka,” katanya.
Kades Numbing mengimbau agar seluruh elemen masyarakat tetap menjaga kondusivitas wilayah.
“Jangan sampai perbedaan pandangan ini merusak silaturahmi. Ini kampung kita bersama, mari kita jaga demi kebaikan desa ke depan,” pungkasnya. (sih)





