TANJUNGPINANG (HAKA) – Aktivitas penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, tetap berada dalam batas aman meski kabut asap menyelimuti Pulau Bintan.
​BMKG Tanjungpinang mencatat, jarak pandang mendatar untuk pendaratan dan lepas landas pesawat di Bandara RHF menyentuh angka 4.100 meter pada Senin (14/9/2026) siang.
​”Untuk transportasi udara di Bandara RHF Tanjungpinang masih relatif aman,” ujar Kepala BMKG Tanjungpinang Ahmad Kosasih.
​Kondisi berbeda melanda wilayah Pulau Tambelan setelah sebaran asap menekan jarak pandang, hingga tersisa 1.000 meter pada pagi hari.
​Ahmad Kosasih menegaskan, jarak pandang ekstrem tersebut berbahaya, bagi keselamatan penerbangan di Bandara Tambelan.
​Asap Karhutla asal Kalimantan mulai menerobos ruang udara Kepulauan Riau sejak Minggu (13/9/2026) malam sebelum menebal pada Senin pagi.
​Alat pemantau BMKG di Batam mendeteksi penurunan kualitas udara hingga menembus kategori kurang sehat sejak pukul 08.00 WIB.
​BMKG mengimbau nakhoda kapal, mewaspadai potensi penurunan jarak pandang, di wilayah perairan yang memburuk pada malam hingga pagi hari. (fik)




