TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kepri, membawa angin segar bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha kecil di tahun 2026 ini.
Kepala Dinsos Provinsi Kepri, Mahadi Rahman, memastikan, program bantuan sosial (bansos) ini menjadi prioritas.
“Tujuannya untuk menjaga jaring pengaman sosial dan mendongkrak ekonomi warga,” katanya, kepada hariankepri.com, Selasa (27/1/2026).
Saat ini, pihaknya tengah menggesa seluruh proses administrasi agar bantuan tersebut tepat sasaran.
“Kami jadwalkan penyaluran bansos sembako ini terlaksana pada triwulan kedua dan ketiga,” ucapnya.
Mahadi merinci, bantuan sembako tahun ini menyasar warga baik yang berada di dalam panti asuhan maupun masyarakat umum.
“Kalau kita hitung total satu tahun anggaran, jumlah paket sembako kita mendekati angka 7.000 paket,” jelasnya.
Selain bantuan pangan, Dinsos Kepri juga fokus memperkuat sektor usaha mikro melalui bantuan modal UEP.
Ia menyebut, setiap pelaku usaha akan menerima dana segar dengan nominal yang bervariasi, sesuai dengan kebutuhan usahanya.
“Bantuan modal usaha ini untuk membantu pelaku usaha kita naik kelas. Nilainya ada yang Rp2,5 juta, bahkan ada yang sampai Rp5 juta per pelaku usaha,” tambahnya.
Untuk sebaran wilayah, Mahadi menyebut beberapa daerah sudah masuk dalam daftar prioritas penyaluran.
“Antara lain seperti Kabupaten Lingga, Kota Batam, Kabupaten Karimun, hingga Kota Tanjungpinang,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Mahadi menjamin kualitas dan manfaat bantuan tetap menjadi perhatian utama pada tahun ini.
“Administrasi sedang kami siapkan. Insya Allah segera turun ke masyarakat begitu semuanya rampung,” tutupnya. (dim)





