TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri memastikan proyek pembangunan dermaga baru di Pelabuhan Roro Tanjunguban, Bintan, mulai berjalan Juni 2026 ini.
​Kepala Dishub Kepri, Junaidi menyampaikan, saat ini Pelabuhan Roro Tanjunguban hanya mengoperasikan satu dermaga untuk melayani arus keluar-masuk kapal.
​”Penambahan fasilitas penyeberangan kedua ini bertujuan meningkatkan kapasitas tampung dan pelayanan pelabuhan,” ujar Junaidi, kemarin.
​Pemerintah daerah memproyeksikan dermaga baru ini sebagai solusi konkret untuk mengurai kemacetan jalur laut, terutama saat musim padat penumpang.
​Junaidi menjelaskan, ketidakseimbangan jumlah fasilitas, memicu antrean panjang kapal karena Pelabuhan Punggur memiliki dua dermaga, sedangkan Tanjunguban hanya satu.
​”Kapal dari Punggur terpaksa mengantre untuk sandar di Uban,” sebutnya.
​Ketika proyek ini selesai, kedua pelabuhan akan mengoperasikan masing-masing dua dermaga untuk melayani seluruh penumpang kapal Roro.
​Kondisi tersebut membuat pergerakan kapal, pada saat lonjakan penumpang dapat berjalan secara bersamaan tanpa kendala antrean di laut.
​PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerjakan proyek strategis nasional ini dengan mengucurkan nilai anggaran yang cukup besar.
​”Saya kurang mengingat secara pasti nilai anggarannya, pastinya nilai proyek tersebut cukup besar juga,” tukasnya. (dim)





