JAKARTA (HAKA) – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menggandeng National Research Institute for Earth Science and Disaster Resilience asal Jepang.
​Kedua pihak memperkuat kerja sama riset, pengurangan risiko bencana geologi melalui gelaran lokakarya tahunan perdana di Jakarta, Kamis (4/9/2026).
​Ketua Gugus Tugas Tanggap Bencana BRIN, Joko Widodo menyambut positif kolaborasi riset antarnegara ini.
​”Indonesia dan Jepang menghadapi banyak tantangan bencana serupa seperti gempa bumi, tsunami, hingga cuaca ekstrem,” ujarnya.
​Joko menegaskan, bahwa mitigasi bencana memerlukan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi maju, dan kolaborasi internasional.
​Para ahli dari kedua negara bertukar informasi terkait meteorologi, penginderaan jauh, hingga sistem peringatan dini.
​Presiden NIED Jepang Prof Kaoru Takara menilai, lokakarya ini menjadi wadah strategis bagi kawasan ASEAN.
​”Kita dapat bertukar pengalaman dari Jepang ke ASEAN, begitu pula sebaliknya,” tegas Kaoru Takara.
​Kerja sama riset ini menjadi krusial bagi Indonesia, khususnya wilayah pesisir dan kepulauan seperti Kepulauan Riau.
​Wilayah perairan ini berhadapan dengan risiko cuaca ekstrem, gelombang tinggi, abrasi, dan dampak aktivitas seismik regional.
​Penguatan teknologi penginderaan jauh dari riset ini meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat kepulauan dalam menghadapi potensi ancaman bencana.(sha)




