27.8 C
Tanjung Pinang
Jumat, Juli 17, 2026
spot_img

Jeritan Sunyi Petani Bintan: Air Tercemar, Biaya Melejit

BINTAN (HAKA) – Aktivitas penambangan bauksit yang terjadi beberapa tahun lalu, dan proyek pembangunan properti di Kampung Sei Mantang, kini mengepung sekaligus mencekik sisa lahan pertanian produktif warga.

Lumpur galian eks tambang mencemari parit pengairan kebun, sementara debu halus kendaraan lori merusak dedaunan tanaman cabai dan kangkung siap panen.

Kondisi tersebut melambungkan biaya operasional, karena petani harus menggali sumur bor lebih dalam akibat penyusutan drastis cadangan air tanah lokal.

Ironisnya, ancaman kepunahan lahan tani ini kerap terjadi saat Kepulauan Riau menderita kelangkaan pasokan pangan.

Salah satunya saat pascabencana banjir besar di Pulau Sumatera November 2025 lalu. Untuk tahu seperti apa keluhan para petani, baca selengkapnya DI SINI.

Penulis: Masrun

Baca Juga:  Presiden Prabowo Perintahkan BP Batam Bangun Pelabuhan Baru
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru