BINTAN (HAKA) – Aktivitas penambangan bauksit yang terjadi beberapa tahun lalu, dan proyek pembangunan properti di Kampung Sei Mantang, kini mengepung sekaligus mencekik sisa lahan pertanian produktif warga.
Lumpur galian eks tambang mencemari parit pengairan kebun, sementara debu halus kendaraan lori merusak dedaunan tanaman cabai dan kangkung siap panen.
Kondisi tersebut melambungkan biaya operasional, karena petani harus menggali sumur bor lebih dalam akibat penyusutan drastis cadangan air tanah lokal.
Ironisnya, ancaman kepunahan lahan tani ini kerap terjadi saat Kepulauan Riau menderita kelangkaan pasokan pangan.
Salah satunya saat pascabencana banjir besar di Pulau Sumatera November 2025 lalu. Untuk tahu seperti apa keluhan para petani, baca selengkapnya DI SINI.
Penulis: Masrun





