BINTAN (HAKA) – Seorang petani tua bernama Hasanudin melawan kegersangan tanah bekas tambang bauksit di Kampung Wacopek, Kabupaten Bintan.
Pria berusia 57 tahun ini menyulap lahan miskin hara dan berkeasaman tinggi menjadi hamparan hijau berisi padi gogo, jagung, dan cabai.
Demi menghidupkan tanah merah yang mati tersebut, Hasanudin mengandalkan ramuan pupuk kandang subsidi dan merogoh kocek pribadi hingga jutaan rupiah untuk memperdalam sumur bor saat kemarau ekstrem melanda.
Seperti apa kegigihan mandiri Hasanudin membangun lahan perkembangan garapannya, baca tulisan lengkapnya DI SINI.
Penulis: Masrun





