TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Bisri, memastikan, pasien asal Kota Batam yang baru pulang dari Tanah Suci tidak terjangkit penyakit superflu.
Ia menyebut, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan, pasien itu hanya mengalami gejala yang mengarah pada Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV).
“Dia pulang dari tanah suci itu pertengahan Januari. Tim sudah memulangkan pasien ini karena kondisinya sudah membaik,” katanya, kepada hariankepri.com, Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu cemas berlebihan mengenai isu penyebaran superflu di wilayah Provinsi Kepri.
“MERS-CoV memang menjadi risiko bagi jemaah yang pulang dari Timur Tengah,” tuturnya.
Menurutnya, penyakit MERS-CoV memang menyerang saluran pernapasan. Kondisinya sangat mirip dengan gejala flu.
“Yakni demam dan batuk,” ungkapnya.
Ia juga membandingkan risiko ini, dengan penyakit meningitis yang sering mengintai jemaah haji atau umrah.
Perbedaan utama dari superflu dan MERS-CoV terletak pada penyebabnya. Virus menjadi pemicu superflu.
“Sementara kuman atau bakteri tertentu seringkali menyebabkan MERS-CoV,” ujarnya. (dim)





