TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemprov Kepri mewaspadai potensi cuaca ekstrem menjelang perayaan Nataru 2025.
Kepala Dishub Provinsi Kepri, Junaidi mengatakan, secara umum kondisi cuaca Provinsi Kepri masih terpantau stabil dan aman.
Namun, operasional transportasi laut pada Nataru 2025 menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.
“BMKG memprediksi ada potensi gelombang setinggi 4 meter di perairan Natuna dan Anambas akhir tahun nanti,” ujarnya, kepada hariankepri.com, kemarin.
Ia mengingatkan, terkait gelombang tinggi ini, operator kapal wajib memantau informasi dari BMKG sebelum berangkat berlayar.
“Idealnya tiga hari sebelum jadwal keberangkatan kapal,” ungkapnya.
Jika kondisi cuaca kurang mendukung, pihak kapal harus menunda jadwal keberangkatan sampai cuaca kembali kondusif.
“Terutama untuk kapal rute Batam-Anambas, karena jarak tempuhnya cukup jauh,” katanya.
Junaidi menyatakan, Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad telah mengedarkan surat peringatan cuaca ekstrem untuk pemerintah kabupaten/kota.
“Tujuannya untuk mewaspadai adanya potensi banjir, gelombang tinggi, dan tanah longsor menjelang perayaan Nataru 2025,” sambungnya.
Untuk tahun ini, ia memprediksi ada peningkatan aktivitas penumpang pada transportasi laut.
“Peningkatannya sekitar 8 poin dibanding tahun sebelumnya. Sejauh ini kita sudah siap untuk melayani masyarakat,” tutupnya. (dim)





