TANJUNGPINANG (HAKA) – Pedagang seragam sekolah di Jalan Merdeka, Kawasan Kota Lama Tanjungpinang masih sepi pembeli meskipun siswa dijadwalkan masuk sekolah mulai 21 Juli 2025 mendatang.
Pedagang seragam sekolah Atik menyampaikan, hingga saat ini belum ada peningkatan jumlah pembeli seragam sekolah kendati sebentar lagi kembali masuk sekolah. “Beginilah kondisinya, yang datang kadang hanya satu-satu,” ujarnya kepada hariankepri.com, kemarin.
Menurutnya, telah terjadi penurunan pembelian seragam sekolah sejak dua tahun belakangan ini. Bahkan tahun ini mengalami penurunan drastis, tidak ada antrian seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.
Kata Atik, tahun sebelumnya masih ada warga berbondong-bondong dan antre untuk berbelanja seragam sekolah di tokonya.
Memang penurunan sudah terjadi dua tahun belakangan ini.
“Tapi tahun ini turun drastis, tidak ada antrean sama sekali yang mau beli seragam sekolah,” ujarnya.
Atik tidak mau mengungkapkan berapa penjualan seragam sekolah per bulan. Ia hanya memastikan seragam sekolah terjual tidak mencapai puluhan stel per bulan.
Ia mengungkapkan, penyebab terbesar karena adanya penjualan seragam sekolah secara online, kemudian adanya bantuan seragam gratis dari pemerintah setempat.
Menurutnya, berkaca dari tahun sebelumnya warga baru mau membeli seragam sekolah setelah mendapatkan kepastian kapan seragam sekolah gratis dibagikan pemerintah setempat.
“Karena mereka mau tahu pastinya dulu dapat bantuan seragam gratis kapan. Karena dapat jadwalnya tidak pasti, anak mau masuk sekolah harus pakai seragam jadi harus beli juga,” ujarnya.
Terpisah Inderi, salah satu orang tua siswa mengaku, sengaja belum membeli seragam karena masih menunggu jadwal kapan pembagian seragam sekolah gratis dibagikan oleh pemerintah.
Dengan kondisi perekonomian yang masih pas-pasan, bantuan seragam gratis dari Pemko sangat dinantikan. “Dengan kondisi begini jadi harus menunggu dulu kapan dibagikan seragam gratis, karena untuk beli cukup lumayan harganya,” ucapnya kepada hariankepri.com.
Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah menegaskan, seragam sekolah gratis harus sudah diterima sejak awal murid masuk sekolah, terutama bagi siswa baru.
Ia mengingatkan Disdik untuk mengawasi ketat pelaksanaan dan pendistribusian agar program ini benar-benar tepat sasaran.
“Jangan sampai seragam diberikan saat siswa sudah naik kelas atau bahkan hampir tamat,” ujarnya belum lama ini.
Untuk mencegah keterlambatan distribusi, Wali Kota meminta Dinas Pendidikan segera melakukan pendataan siswa dan ukuran seragam di awal tahun ajaran.
Koordinasi aktif dengan seluruh pihak sekolah dianggap penting untuk mempercepat proses realisasi. “Kita tidak ingin program ini molor. Jika bisa, dalam satu bulan sejak masuk sekolah, seragam gratis sudah diterima siswa,” tukasnya.
Seperti diketahui Pemko Tanjungpinang membagikan empat stel seragam sekolah gratis. Yaitu seragam OSIS, batik, olahraga serta pakaian kurung melayu. (sah)





