BINTAN (HAKA) – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran Tanjunguban, mencatat puluhan kasus kebakaran lahan sejak awal tahun ini.
Kepala UPTD Damkar Tanjunguban, Panyodi menyebut, total kejadian kebakaran mencapai 90 kasus terhitung sejak Januari hingga periode Maret 2026.
“Petugas kami menangani total 90 kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah kerja ini,” ujar Panyodi kepada hariankepri.com, kemarin.
Ia merincikan, bahwa bulan Januari menjadi periode dengan angka kejadian kebakaran paling tinggi, daripada bulan-bulan setelahnya.
Petugas Damkar di lapangan sukses menangani sebanyak 38 kejadian kebakaran, selama bulan pertama tahun 2026 tersebut.
“Bulan Januari menjadi yang terparah dengan total 38 kasus kebakaran di berbagai titik,” ungkapnya.
Pihaknya mencatat, Kelurahan Tanjunguban Utara sebagai area yang paling sering mengalami kebakaran selama periode Januari.
Panyodi menyatakan, wilayah tersebut menorehkan sembilan kejadian kebakaran lahan hanya dalam waktu satu bulan pada awal tahun.
“Kami mencatat sembilan titik api khusus di Kelurahan Tanjung Uban Utara saja,” jelasnya.
Panyodi menjelaskan, tren kejadian kebakaran mulai menurun pada bulan Februari, meskipun angka laporan lapangan masih tergolong cukup tinggi.
Pihaknya mendata, 31 kasus kebakaran yang muncul di wilayah kerja Tanjunguban sepanjang bulan kedua tersebut.
“Jumlah kejadian pada Februari turun menjadi 31 kasus, jika membandingkannya dengan bulan sebelumnya,” terangnya.
Pihaknya menyoroti lonjakan kasus yang cukup signifikan di wilayah Kelurahan Tanjunguban Selatan dan area Desa Sebong Pereh.
Panyodi menegaskan, personel pemadam menangani masing-masing delapan dan tujuh laporan kasus kebakaran, pada kedua wilayah tersebut.
“Wilayah Tanjunguban Selatan mengalami lonjakan tajam hingga mencapai delapan laporan kebakaran,” bebernya.
Ia mengungkapkan, intensitas kejadian kebakaran lahan terus melandai hingga memasuki pekan keempat pada Maret tahun ini.
Seluruh personel sukses memadamkan sebanyak 21 kejadian kebakaran lahan dengan cepat, hingga tanggal 24 Maret kemarin.
“Maret ini ada 21 kejadian berdasarkan data laporan sementara yang masuk sampai kemarin sore,” kata Panyodi.
Data lapangan menunjukkan, wilayah Desa Lancang Kuning, menjadi area yang paling rutin melaporkan peristiwa kebakaran setiap bulannya.
Panyodi menyebut Desa Lancang Kuning selalu menyumbang angka laporan kejadian yang konsisten sejak periode Januari hingga Maret ini.
Panyodi meminta warga, segera melapor kepada petugas pemadam kebakaran terdekat jika melihat munculnya titik api sekecil apa pun.
“Kami melarang warga membakar lahan dan meminta mereka segera melapor petugas jika melihat api,” tegasnya. (sih)





