TANJUNGPINANG (HAKA) – Masyarakat Penyengat kembali menjalankan Mandi Safar untuk menjaga tradisi keagamaan, adat istiadat, dan kebudayaan.
Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Tanjungpinang, Yoni Fadri, menyampaikan hal itu di Balai Kelurahan Penyengat, Rabu (12/8/2026).
Yoni mengajak masyarakat menjaga tradisi Mandi Safar sekaligus memperkuat nilai doa, silaturahmi, kebersamaan, rasa syukur, dan muhasabah.
“Semoga kita semua senantiasa dapat menjaga dan melestarikan tradisi keagamaan, adat istiadat dan kebudayaan,” ucap Yoni.
Ia menilai Mandi Safar tidak sekadar menjalankan tradisi turun-temurun, tetapi juga menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Yoni juga berharap masyarakat Kota Tanjungpinang mendapat kesehatan, ketenteraman, rezeki yang berkah, serta terhindar dari marabahaya dan bencana.
Ketua DKM Masjid Raya Sultan Riau Penyengat, H. Raja Al Hafiz, mengajak masyarakat menjaga kebersihan, keindahan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan.
“Wajah Pulau Penyengat adalah salah satu wajah Kota Tanjungpinang,” ucap Al Hafiz.
Menurutnya, keramahan masyarakat, kebersihan lingkungan, kelestarian situs sejarah, dan keteraturan kawasan turut menentukan kesan pengunjung.
Ia juga mendorong masyarakat menjaga budaya Melayu sebagai bagian penting dari identitas Pulau Penyengat. (fik)






