TANJUNGPINANG (HAKA) – Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DKUKM) Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan kehadiran Koperasi Merah Putih (KMP) memiliki misi khusus.
Riki menjelaskan, pemerintah tidak merancang Koperasi Merah Putih sekadar mengejar keuntungan, melainkan sebagai instrumen penjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
Pemerintah menempatkan instrumen penjaga tersebut, untuk mengamankan pasokan pangan di tingkat desa dan kelurahan seluruh wilayah Kepulauan Riau.
“Koperasi ini memastikan kebutuhan pokok masyarakat dan pelaku UMKM terpenuhi dengan jarak lebih dekat dan harga terjangkau,” ujar Riki, Senin (25/5/2026).
Riki melanjutkan, salah satu peran vital koperasi ini adalah sebagai stabilisator harga di tengah fluktuasi harga bahan pangan.
Koperasi Merah Putih hadir memastikan penjualan barang-barang yang memiliki Harga Eceran Tertinggi (HET) tetap sesuai aturan atau bahkan di bawahnya.
“Di sinilah fungsinya menjaga stabilitas harga di tengah masyarakat. Kita pastikan masyarakat mendapatkan harga yang adil,” tegas Riki kepada hariankepri.com.
Selain soal harga, Riki juga menyoroti asas kegotongroyongan yang menjadi “ruh” utama dari koperasi ini di lapangan.
Berbeda dengan ritel modern, pengelola gerai nantinya mengembalikan keuntungan yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan langsung kepada masyarakat selaku anggota.
“Keuntungan dari aktivitas gerai ini nantinya menjadi keuntungan bersama anggota koperasi,” pungkas Riki. (sih)





