BATAM (HAKA) – Wakil Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Li Claudia Chandra melantik 27 pejabat struktural tingkat II (eselon II).
Li Claudia memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan tersebut di Balairungsari BP Batam pada Rabu (20/5/2026).
Surat Keputusan Kepala BP Batam Nomor 194 Tahun 2026 mendasari pelantikan pejabat eselon II ini.
Politisi Gerindra ini juga resmi mengemban tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala BP Batam.
Surat perintah tersebut memberikan mandat penuh kepada Li Claudia mulai 20 Mei 2026. Kepala BP Batam, Amsakar menyerahkan tugas sementara ini sebelum ia menjalani karantina keberangkatan ibadah haji.
Saat menghadiri acara, Amsakar meminta seluruh pejabat bekerja sepenuh hati untuk kemajuan Kota Batam.
Sementara itu, Plh Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan penguatan struktur organisasi untuk menjawab tantangan pembangunan.
Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan investasi, perdagangan, dan industri.
“Amanah besar ini untuk menghadirkan birokrasi yang profesional, responsif, adaptif, dan mampu bekerja cepat,” tegasnya.
Ia menuntut pejabat baru untuk menghadirkan inovasi kerja serta pelayanan yang cepat dan transparan.
Menurutnya, penguatan sinergi antarunit kerja akan mewujudkan Batam yang lebih maju dan kompetitif.
Sejumlah nama pejabat penting menempati posisi strategis baru dalam pelantikan tersebut.
Yaitu, Imbuh Agustanto menduduki jabatan Kepala Satuan Pemeriksa Intern. Mohamad Taofan menjabat Kepala Biro Umum, sedangkan Vitria Kusuma Ningrum memimpin Biro Sumber Daya Manusia.
Selanjutnya, Harlas Buana menempati posisi Direktur Pengelolaan Pertanahan. Dendi Gustinandar mengemban tugas sebagai Direktur Promosi dan Fasilitasi Investasi.
Kemudian, Brigjen Pol Mujiyono juga resmi menjabat Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan. Hadjad Widagdo sebagai Direktur Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Kita mengharapkan penyegaran struktur ini mampu mempercepat realisasi investasi di Batam,” ujar Li Claudia.
Pelayanan publik yang cepat dan transparan tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. (sih)





