TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Provinsi Kepri, gagal merealisasikan program pengadaan seragam sekolah gratis tahun ini, akibat defisit anggaran.
“Pemerintah pusat memangkas dana transfer daerah hingga Rp500 miliar,” ujar Anggota DPRD Kepri, Ismiyati, Jumat (27/2/2026).
Pemotongan ini membuat anggaran seragam sekolah tersingkir, dari daftar belanja prioritas. Program senilai Rp8 miliar tersebut akhirnya tidak mendapat porsi pendanaan.
Ironisnya, Pemprov Kepri justru berniat meminjam dana ratusan miliar rupiah. Dana pinjaman ini khusus untuk membangun proyek Monumen Tugu Bahasa.
“Proyek tugu bahasa tersebut sama sekali tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegas politisi perempuan ini kepada media.
Ia mengakui, sebenernya mayoritas anggota dewan menolak proyek tersebut saat rapat pembahasan.
“Kami menilai pembangunan Tugu Bahasa belum menjadi kebutuhan mendesak bagi warga,” tegasnya.
Ismiyati mendesak Pemprov Kepri, lebih mengutamakan anggaran untuk sektor pendidikan.
“Fokus pada pendidikan jauh lebih bermanfaat bagi masa depan Kepri,” ucapnya.
Ismiyati berharap pemerintah segera mengevaluasi porsi anggaran belanja daerah. Kepentingan dasar masyarakat harus menjadi prioritas utama.
“Ketimbang di atas pembangunan monumen bahasa,” tukasnya. (sih)





