BATAM (HAKA) – Investasi Batam menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026. Demikian penyampaian Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
“Berdasarkan pemantauan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi mencapai Rp38,97 triliun,” ujarnya.
Angka itu mencapai 55,67 persen dari target tahunan sebesar Rp70 triliun. Data Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) mencatat investasi Rp29,89 triliun.
“Capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara tahunan atau year-on-year,” imbuhnya.
Geliat investasi turut membuka ribuan lapangan kerja baru bagi masyarakat Batam.
Jumlah tenaga kerja terdaftar naik dari 30.979 orang pada Semester I 2025 menjadi 40.943 orang.
Artinya, sambung Amsakar, terjadi penambahan 9.964 tenaga kerja baru atau tumbuh 32,16 persen.
“Tugas kami memastikan investasi terealisasi, industri berkembang, dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat,” tegangnya.
Wali Kota Batam ini juga menegaskan komitmen menjaga iklim investasi di Batam.
BP Batam tidak hanya mengejar angka investasi besar, tetapi juga memastikan dampaknya bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan pentingnya kemudahan perizinan bagi calon investor.
“Kami memberikan kepastian hukum dan kenyamanan berusaha. Investor tidak hanya datang, tetapi juga ekspansi di Batam,” tegas Li Claudia.
BP Batam terus memangkas birokrasi agar investasi masuk tanpa hambatan.
Ke depan, BP Batam mengarahkan investasi pada sektor bernilai tambah tinggi.
Sektor tersebut mencakup manufaktur berteknologi tinggi, pusat data, kecerdasan buatan, logistik, serta industri hilir.
“Strategi ini semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi strategis di Asia Tenggara,” pungkasnya. (sha)






