Beranda Daerah Bintan

Investasi 100 Juta Dolar di Bintan Macet

0
Ilustrasi : Bandara Busung

BINTAN (HAKA) – Pembangunan Bandara Busung dengan nilai investasi sekitar Rp 100 juta Dolar Singapura di Busung, Lobam, Bintan, tak kunjung terwujud. Hingga sekarang atau setelah hampir lima tahun sejak Bandara ini mulai dibangun sekitar Mei 2012, tidak jelas kelanjutannya.

Padahal saat peletakan batu pertama didengungkan Bandara Busung sudah beroperasi tahun 2015. Ketidakjelasan pembangunan Bandara Busung ini agaknya terdengar oleh Asman Abnur, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN & RB). Pada pembukaan event Tour de Bintan, Sabtu (4//2019) di Simpang Busung, Lagoi, Asman, sempat menyentil soal Bandara itu.

Asman, mengatakan Di Bintan ada program pembangunan Bandara internasional, itu harus digesa.

“Kita jangan tertinggal dengan Singapura, yang punya 5 terminal di Bandara Changi. Di Kepri bisa kita gesa Bandara di Bintan. Sehingga ada 7 Bandara sebagai pintu masuk pariwisata,” kata Asman.

Setelah peletakan batu pertama di medio Mei 2012 itu, nama Bandara Busung sempat hilang dari permukaan.

Dalam pengamatan langsung di lapangan beberapa waktu lalu, kondisi Bandara Busung yang didengungkan sudah beroperasi tahun 2015, wujudnya masih seperti sekitar empat tahun yang lalu.

Tidak ada aktivitas kegiatan apapun di sana. Tidak terlihat juga pekerja yang sibuk layaknya di sebuah proyek besar, selain seorang penjaga area masuk ke lahan Bandara.

Selain itu, hanya lahan tanah yang berbentuk landasan pacu dan sudah sejak beberapa tahun lalu kondisinya seperti itu.

Namun, Frans Gunara, Vice President PT Bintan Resort Cakrawala yang ditemui di sela pembukaan event Tour de Bintan, menepis anggapan pembangunan Bandara Busung dibiarkan saja.

Intinya, Frans menjelaskan bahwa pembangunan Bandara Busung masih in progress alias tetap berjalan. Saat ini sedang tahap pematangan lahan. (eci)

example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here