Beranda Opini

INSANI Bisa Menang dalam Pilgub Kepri?

0

"Wan" Ahmad Adib Zain Bacalon Wagub Kepri 2010

Oleh : “Wan” Ahmad Adib Zain
Bacalon Wagub Kepri 2010

Tulisan ini merupakan hasil pengamatan politisi yang berasal dari Kepulauan Riau. Bacaannya, adalah peta kekuatan dan kelemahan dari kandidat. Untuk bahan pertimbangan pemilih rasional menjatuhkan pilihannya pada Pilkada serentak, 9 Desember ini.

Penilaian dibuat lebih sederhana dengan melihat aspek kualitatif seseorang terpilih dalam kontestasi pemilu; misalnya isu tentang sosok kandidat, partai partai pengusung, dukungan kelompok masyarakat dan tokoh daerah, logistik dan mesin politik, penerimaan seluruh masyarakat serta pengusaha di Kepri.

Kita mulai dari isu kandidat;
Pasangan Isdianto dan Suryani ( INSANI ) ini, adalah perpaduan birokrat dan politisi yang lengkap pengalaman pemerintahannya, Gubernur petahana duet dengan Anggota DPRD Provinsi beberapa periode sehingga urusan pemerintahan sudah tidak perlu diragukan lagi.

Isdianto adalah adik kandung almarhum M. Sani, yang kita sebut “Ayah” nya orang Kepri. Pilihan DPRD Kepri untuk beliau ini menjadi Wagub mengisi kedudukan Nurdin Basirun yang naik mengganti antar waktu M. Sani, kemudian menjadi Plt. dan Gubernur Kepri definitif karena Nurdin Basirun diberhentikan karena terpidana; sudah mengalami pertimbangan yang panjang bukan sebuah maksud politik dinasti.

Jika politik dinasti yang akan dibangun, rasanya; kita kembali menjadi “Kerajaan” saja, seperti kerajaan Riau Lingga dahulu kala, maka pewaris Riau Lingga-lah selayaknya memimpin Kepri, bukan yang lain. Tetapi kita memilih bentuk republik demokrasi. Bukan menghidupkan kembali “nepostisme” yang telah diruntuhkan oleh Reformasi 1998.

INSANI, maju dalam Pilgub karena kinerja, rekam jejak yang baik; bersih dari ‘sandera’ masalah hukum, tidak terlibat transaksional kekuasaan maupun ‘dosa sosial’ yang merugikan daerah dan masyarakat, sehingga menurut pengamatan, pasangan ini “clear and clean” untuk lebih fokus memimpin Kepri 5 tahun mendatang.

Sebagai daerah tujuan investasi, Kepri membutuhkan sosok seorang “Ayah dan Ibu” yang sejuk, tidak membangun kontroversi atau merusak iklim investasi dengan kepentingan dan intervensi kepada proses bisnis, termasuk membuat tidak nyamannya para pengusaha di daerah ini; atau sebutlah INSANI lebih “market friendly”.

Isdianto dan Suryani sosok sederhana yang tidak memiliki ambisi politik berlebihan. Pengabdian, ketulusan dan lebih bebas dari konflik kepentingan akan menjadi muara bagi yang belum menentukan pilihan ataupun pemilih yang hati-hati menjatuhkan pilihannya, INSANI siap menandatangani fakta integritas : “Pasangan yang Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN ) selama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri 2020-2025.” Menjadi jaminan moral ditengah KKN yang makin ‘menggila’.***

Loading...


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here