TANJUNGPINANG (HAKA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri memastikan, Program Kesehatan Gratis (PKG) telah berjalan lancar di seluruh Puskesmas se-Provinsi Kepulauan Riau.
​Plt Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Yosei Susanti mengakui adanya kendala teknis krusial, dalam proses penginputan data ke aplikasi milik pusat.
​”Kendala utama kita adalah tunda input data akibat gangguan sinyal internet di daerah kepulauan serta keterbatasan SDM petugas Puskesmas,” ujar Yosei, beberapa waktu lalu.
​Yosei menegaskan, kendati demikian, keterlambatan penginputan data tidak mengganggu proses pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
​”Pelayanan dilaksanakan penuh. Hanya input datanya saja yang tertunda karena masalah sinyal,” jelas Yosei.
​Berdasarkan data pelaporan sistem saat ini, Kabupaten Bintan tercatat sukses menjadi daerah dengan capaian angka penginputan tertinggi di Kepri.
​Sementara itu, Kota Batam terlihat memiliki capaian penginputan yang paling rendah, atau lambat di dalam sistem aplikasi terpadu tersebut.
​Yosei menjelaskan, jumlah penduduk Batam yang sangat besar membuat volume data yang tertunda penginputannya juga otomatis berbanding lurus.
​”Batam terlihat rendah bukan karena tidak jalan, tapi karena populasi besar, otomatis angka tunda inputnya juga sangat besar,” pungkasnya. (sih)





