27.5 C
Tanjung Pinang
Minggu, Juli 19, 2026
spot_img

Inovasi Surimi, Bantu Nelayan Simpan Ikan Hingga Satu Tahun

TANJUNGPINANG (HAKA) – Guru Besar Bidang Teknologi Hasil Perikanan, Prof Dr Lily Viruly STP MSi memaparkan, tiga materi inovasi krusial bagi nelayan, untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir. Kegiatan ini digelar oleh TP-PKK Provinsi Kepri pada Rabu (10/6/2026) di Sekretariat TP-PKK Provinsi Kepri.

​Lily menyatakan, nelayan bisa mendapatkan penghasilan melalui penjualan surimi. Saat musim angin kencang, membuat mereka tidak bisa melaut di wilayah Kepri.

“Harga jual surimi cukup tinggi dan stabil di pasaran, bahkan bisa mencapai Rp50 ribu per 500 gram,” sebutnya.
​
Menurut Prof Lily, Surimi membantu nelayan saat panen raya, ketika pasokan ikan melimpah dan harga jual komoditas tersebut menjadi murah.

​Pada kondisi ini, masyarakat bisa mengolah ikan menjadi produk intermediate surimi, yang tahan disimpan hingga satu tahun dalam kondisi beku di dalam freezer.

​Lily menjelaskan, pembuatan surimi menggunakan metode pencucian tiga kali, dan penghilangan kadar air sehingga menghasilkan daging ikan tinggi protein.

​Selanjutnya, Lily membahas pembuatan plastik biodegradable dan edible film dari bahan baku rumput laut, guna menanggulangi penumpukan sampah plastik sintetik.

​Inovasi lingkungan ini sangat cocok bagi nelayan di Kabupaten Lingga, dan Karimun yang selama ini menghasilkan banyak rumput laut.

​Melalui sentuhan teknologi, masyarakat mengolah rumput laut menjadi ATC Karagenan, sebelum memproduksi menjadi plastik ramah lingkungan bernilai ekonomis tinggi.

​Terakhir, Lily memaparkan cara pembuatan kecap ikan yang memanfaatkan jeroan atau limbah ikan serta jenis ikan bernilai ekonomi rendah.

“​Masyarakat pesisir bisa memanfaatkan ikan rucah dan ikan tamban sebagai bahan baku produk alternatif kecap ikan ini di rumah,” jelasnya.

​Melalui produk ini, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan ikan segar.

Baca Juga:  Diky Wijaya Minta Pekerja Tak Takut Laporkan Pelanggaran K3

“Melainkan memproduksi komoditas awet guna mendongkrak ekonomi keluarga,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua TP-PKK Provinsi Kepri, Dewi Kumalasari Ansar, berharap program ini segera ditindaklanjuti dengan pelatihan langsung serta pendampingan bagi warga pesisir.(sih)

Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2025. Alumni Prodi Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Tata Negara FISIP UMRAH ini aktif meliput dan menulis berbagai peristiwa serta isu-isu seputar politik, hukum, dan pemerintahan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Meraih Juara II Lomba Menulis Jurnalistik dalam rangka Hari Pers Nasional 2026 di Tanjungpinang.
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru