30.6 C
Tanjung Pinang
Sabtu, September 12, 2026
spot_img

Inovasi Dosen UMRAH: Ubah Emisi Karbon Jadi Cuan

​TANJUNGPINANG (HAKA) – Pengembang teknologi lokal dari Living Lab Mangrove Information & Training Center UMRAH, Henky Irawan, merancang aplikasi inovatif bernama Rhizophora Carbon Offset Calculator.

Inovasi ini, membantu masyarakat menghitung emisi karbon dari aktivitas transportasi sehari-hari secara presisi.

​Aplikasi berbasis web ini hadir sebagai solusi ramah lingkungan di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Pengguna dapat mengukur dampak pencemaran udara dari kendaraan mereka secara praktis.

“​Sistem aplikasi bekerja dengan kalkulasi yang sangat mudah,” tegasnya.

Pengguna cukup memilih jenis moda transportasi, memasukkan jarak tempuh, dan menentukan target durasi untuk mencapai impas emisi (carbon offset).

​Setelah data terisi, aplikasi langsung menampilkan jumlah emisi gas buang. Platform ini mengonversi emisi tersebut, menjadi jumlah bibit mangrove Rhizophora sp.

​”Masyarakat tinggal memindai QR Code untuk menggunakan aplikasi ini, dan wisatawan bisa menghitung emisi perjalanan mereka secara mandiri,” kata Henky Irawan.

QR Code Aplikasi karya dosen UMRAH, Henky Irawan-f/istimewa

​Henky menyerahkan aplikasi ini secara gratis kepada dua komunitas lokal, yaitu Mangrove Bintan Lestari dan Pengudang Bintan Mangrove.

Langkah ini menggabungkan aksi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.

​Melalui skema ini, wisatawan dapat membeli bibit mangrove langsung dari komunitas lokal.

Mereka juga bisa memanfaatkan jasa penanaman dari warga setempat untuk menetralkan emisi perjalanan.

​Komunitas masyarakat lain, juga dapat menggunakan aplikasi ini secara gratis. Pengelola pembibitan cukup memindai QR Code atau mengklik tautan aplikasi yang tersedia.

​Pengembangan inovasi ini merupakan langkah Living Lab Mangrove Information & Training Center UMRAH dalam memperkuat konservasi, wisata, dan edukasi mangrove.

“Langkah nyata ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 13, 14, dan 15,” ujarnya.

​Ke depannya, Living Lab UMRAH akan mengakomodir rekognisi Carbon Offset bagi individu maupun instansi untuk berbagai kebutuhan.

Baca Juga:  TKD Rp8,1 Miliar Cair, Pemko Fokus Lunasi Tunda Bayar

Integrasi teknologi ini menciptakan arus pendapatan baru bagi warga sekaligus menjaga ekosistem pesisir Kepri secara berkelanjutan.

“​Masyarakat yang ingin mencoba kalkulator emisi ini dapat langsung mengakses laman https://rhizophora-carbon-offset-calculator.onhercules.app,” tukasnya. (sha)

Pasha Azzikra
Pasha Azzikra
Jurnalis Hariankepri.com sejak tahun 2024. Aktif menulis isu-isu sosial dan masyarakat baik lokal dan nasional.
spot_img
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru