BATAM (HAKA) – Wakil Gubernur (Wagub) Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan komitmennya, untuk pengembangan pertanian di Provinsi Kepri.
“Kami akan cari lokasi yang memungkinkan untuk pertanian,” kata Wagub Nyanyang usai
pertemuan bersama Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), beberapa waktu lalu.
Pengembangan ini, kata Nyanyang, akan memprioritaskan komoditas yang berperan besar menekan inflasi.
“Seperti cabai merah, cabai hijau, timun, buncis, kacang panjang, kubis, dan sawi putih,” sebutnya.
Wagub juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor, terkait dengan masalah pupuk.
“Koordinasikan dengan Dinas Pertanian, agar petani mudah mendapat pasokan terjangkau,” pintanya.
Sementara itu, Perwakilan KTNA menyampaikan beberapa kendala utama yang menjadi masalah petani dan nelayan.
Pertama, mereka kekurangan alat pertanian seperti traktor di Kabupaten Karimun, Lingga, dan Anambas.
Kedua, masalah tumpang tindih lahan pertanian dengan hutan lindung dan lahan perusahaan, serta, petani jagung Rempang yang sulit mengakses pupuk bersubsidi.
Dalam pertemuan itu, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kepri, Said Sudrajat, menambahkan Pemprov sedang mengembangkan budidaya lobster.
“Pengembangan budidaya lobster saat ini masih tahap modeling,” jelas Said Sudrajat.
Ia juga melihat peluang pasar besar dari Tiongkok, yang membuat bea impor bahan baku hasil laut mentah menjadi sangat rendah, yaitu 3 persen.
“Ini membuka kesempatan besar ekspor hasil laut olahan Kepri,” tukasnya. (dim)





