BATAM (HAKA) – Pemerintah Kota Batam bersama Badan Pengusahaan Batam menyiapkan solusi kebutuhan air industri data center melalui teknologi Sea Water Reverse Osmosis.
​Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad menegaskan, operasional data center wajib memanfaatkan sumber air di luar pasokan waduk.
​Amsakar juga mendorong setiap investor data center, membangun sumber air mandiri melalui teknologi desalinasi air laut secara berkelanjutan.
​”Investasi terus tumbuh dan pelaku usaha wajib menyiapkan fasilitas pendukung air mandiri melalui teknologi SWRO,” kata Amsakar.
​Ia menilai, kebijakan ini menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi, serta jaminan ketersediaan air bersih bagi kebutuhan rumah tangga masyarakat.
​Satu data center yang telah beroperasi menyambut baik kebijakan SWRO mandiri ini, dan sembilan investor lain siap menyusul.
​Batam memproyeksikan tambahan kapasitas produksi air SWRO sebesar 750 liter per detik, dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
​Pemerintah menargetkan kapasitas SWRO meningkat hingga 1.000 liter per detik di kawasan KEK Nongsa serta kawasan industri Kabil.
​”Kebijakan ini saling melengkapi antara kebutuhan dunia usaha dan kepentingan masyarakat tanpa mengganggu kapasitas produksi waduk,” katanya.
​Fasilitas desalinasi air laut ini, berpotensi memperkuat ketahanan air bersih Kota Batam dalam jangka panjang.
​Pengelola siap menyalurkan kelebihan kapasitas air SWRO kepada masyarakat setelah memenuhi seluruh operasional industri data center.
​
​Amsakar optimistis kehadiran sektor data center memperkuat struktur ekonomi daerah serta menciptakan efek berganda bagi masyarakat Batam. (uun)




