Beranda Headline

Indonesia-Malaysia Resmi Buka Perbatasan, Gubernur Ansar Minta Syarat Diperlonggar

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berbincang dengan Presiden Joko Widodo saat Kepala Negara melakukan kunker ke Kota Batam pada September 2021 lalu-f/istimewa-bpmi setpres

TANJUNGPINANG (HAKA) – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Malaysia, telah sepakat akan membuka jalur perbatasan kedua negara di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Kesepakatan tersebut, dihasilkan dalam pertemuan antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Sri Ismail Sabri Yaakob, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, (10/11/2021) kemarin.

Presiden Jokowi mengatakan, pembukaan perbatasan Indonesia – Malaysia itu, berkaitan dengan pemulihan ekonomi pasca pandemi. Kebijakan itu nantinya akan dikemas dalam travel corridor arrangement (TCA).

“Nantinya, secara bertahap akan membuka satu per satu pintu masuk di antara kedua negara,” ujar Kepala Negara sebagaimana dilansir dari laman resmi Sekretariat Presiden, Kamis (11/11/2021).

PM Malaysia Sri Ismail Sabri Yaakob, menyampaikan, untuk tahap awal, jalur perbatasan kedua negara yang akan dibuka yakni Kuala Lumpur-Jakarta-Kuala Lumpur, dan Kuala Lumpur-Bali-Kuala Lumpur.

“Jadi Insya Allah segera dipercepatkan urusan detailnya. Saya sudah bersetuju supaya joint statement kita buat untuk kita mengumumkan pembukaan border antara Malaysia dengan Indonesia,” kata Sri Ismail.

Terpisah, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mengharapkan, apabila jalur
Kuala Lumpur (KL)-Jakarta-KL dan KL-Bali-KL nantinya resmi dibuka dan berjalan aman. Maka, tahap selanjutnya Pemprov Kepri berharap jalur perbatasan KL-Kepri-KL juga ikut dibuka. Selain itu, juga dengan dibarengi dengan kelonggaran persyaratan.

“Tapi harapan kita nanti sekali dibuka orang bisa datang, dengan beberapa fasilitas (persyaratan) kemudahan,” katanya, di Gedung DPRD Provinsi Kepri, Kamis (11/11/2021).

Meskipun begitu lanjutnya, Pemprov Kepri belum akan mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar jalur perbatasan KL-Kepri-KL dapat dibuka pada tahun ini.

Karena lanjutnya, Pemprov Kepri, masih fokus untuk menghadapi terjadinya gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi berpotensi terjadi di akhir 2021.

“Usulan itu belum tepat kalau kita usulkan sekarang, karena kita masih harus mengatasi Natal dan Tahun Baru. Kalau nanti selama Natal dan Tahun Baru kasus Covid-19 kita landai, saya yakin usulan itu akan kita sampaikan dan dipenuhi (oleh pemerintah pusat),” tuturnya.(kar)



example banner

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here