TANJUNGPINANG (HAKA) – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), memicu fenomena kabut asap di Kepri, hingga mengganggu aktivitas belajar mengajar sekolah.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA dan SMK secara selektif, pada wilayah terdampak parah.
“Untuk daerah yang sudah terdampak sudah melakukan PJJ, yakni di Natuna,” ujar Sekretaris Disdik Kepri Siti Hidayati Rochmah.
Pemerintah Provinsi Kepri masih memantau indikator kualitas udara di Kota Tanjungpinang, sebelum mengambil tindakan serupa.
Sementara itu, Pemko Tanjungpinang mempertahankan proses pembelajaran tatap muka secara normal untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kita belum ada rencana untuk itu,” kata Kepala Disdik Kota Tanjungpinang Teguh Ahmad Syafari.
Menurutnya, petugas terus mengevaluasi perkembangan paparan asap karhutla guna memastikan keselamatan serta kesehatan seluruh siswa di sekolah.
“Pengambil kebijakan ke sistem belajar daring jika kondisi pencemaran udara memburuk di Tanjungpinang,” tukasnya. (sih)




