BINTAN (HAKA) – Pokok-pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Bintan, mendapatkan efisiensi pada APBD murni Kabupaten Bintan tahun 2026.
“Ini arahan dari Pak Presiden Prabowo, dan Bupati Roby untuk dapat mengoptimalkan seluruh anggaran,” sebut Ketua DPRD Bintan, Fiven Sumanti, pekan lalu.
Sehingga, setiap anggota dewan di Bintan hanya mendapatkan anggaran pokir, sekitar Rp400 juta di tahun ini. Unsur pimpinan dapat Rp800 juta saja.
Idealnya selama ini, sambung Fiven, setiap anggota mendapatkan pokir Rp800 juta ke atas, untuk merealisasikan kegiatan atau program-program masyarakat di masing-masing dapil.
“Pokir ini adalah harapan masyarakat. Jadi kalau sekarang hanya separuh yang masuk dalam RKA dan DPA murni tahun ini,” ucapnya.
Fiven menuturkan, pihaknya belum mengakomodir usulan masyarakat lewat pokok pikiran tersebut.
“Karena semua anggaran di sekretariat dewan kena efisiensi, termasuk semua OPD di Bintan,” terangnya.
Hal ini menjadi catatan bersama antara legislatif dan eksekutif Kabupaten Bintan, agar dapat penyesuaian anggaran pokir di APBD Perubahan tahun 2026.
“Mudah-mudahan ada penyesuaian berdasarkan hasil Silpa yang kita dapatkan, nantinya,” harapnya. (rul)





