TANJUNGPINANG (HAKA) – Sejak awal tahun hingga Juli 2025, sebanyak 1.566 pelaku usaha di Provinsi Kepri telah menerima manfaat program subsidi margin pinjaman.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kepri, Riki Rionaldi menyampaikan, bahwa program ini ditargetkan dapat menyasar hingga 2.000 penerima sampai akhir tahun 2025.
Meski angka penerima terus bertambah, kata dia, tidak sedikit pula pelaku usaha yang justru gagal untuk menerima bantuan akibat terkendala persyaratan administrasi.
“Banyak yang ditolak karena tidak lolos BI checking. Ada pembukuan dan pengelolaan keuangan yang belum rapi,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Kamis (4/9/2025).
Riki menyebut, bahwa program subsidi ini sendiri menggunakan anggaran sebesar Rp2,4 miliar dari APBD tahun 2025, yang dikelola melalui Bank Riau Kepri Syariah.
“Untuk kredit macet masih nihil, bisa dibilang program ini berjalan cukup tertib,” sebutnya.
Dalam kesempatan itu, Riki mengingatkan, penting bagi para pelaku usaha untuk tidak tergesa-gesa dalam upaya mengajukan pinjaman. Ia meminta, agar pelaku usaha terlebuh dahulu mencari pemahaman yang cukup sebelum mengajukan pinjaman.
“Saran saya, ikuti pelatihan dulu, jangan buru-buru pinjam uang. Kalau manajemen keuangan tidak paham, justru berisiko rugi,” katanya. (dim)





