TANJUNGPINANG (HAKA) – LKPj 2025 Pemko Tanjungpinang, menunjukkan capaian positif dan mengungkap sejumlah indikator, yang memerlukan perhatian serius dari seluruh OPD.
Wali Kota Lis Darmansyah menjelaskan, meski kinerja pembangunan terkategori sangat tinggi, beberapa program kerja masih perlu peningkatan efektivitas secara menyeluruh.
“Sebanyak 217 indikator masuk kategori sangat tinggi. Namun, 13 indikator lainnya justru masih berada pada level sangat rendah,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, lima indikator masuk kategori rendah dan lima indikator lainnya, berada pada kategori sedang dalam LKPj itu.
“Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi kami, untuk meningkatkan efektivitas seluruh program pembangunan ke depan,” tegas Lis.
Sisi keuangan daerah mencatat realisasi pendapatan mencapai 91,21 persen, dari total target pendapatan yang menyentuh angka Rp1,07 triliun pada 2025.
Namun, PAD hanya terealisasi 73,42 persen, angka ini jauh di bawah capaian pendapatan transfer pusat yang mampu menembus angka 97,62 persen.
Sementara itu, realisasi belanja daerah hanya menyentuh 90,43 persen dari total alokasi anggaran sebesar Rp1,08 triliun pada tahun anggaran tersebut.
Lis mengakui capaian yang belum optimal tersebut, akan menjadi fokus utama evaluasi dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah pada periode berikutnya.
“Hal ini menjadi perhatian bersama untuk terus kami perbaiki pada pelaksanaan periode pembangunan yang akan datang,” tegasnya. (dan)





