TANJUNGPINANG (HAKA) – Perputaran uang dari sektor pariwisata di Kepri diperkirakan mencapai Rp17 triliun sepanjang tahun 2025 itu tidak masuk ke kas pemerintah provinsi sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Tapi itu masuk ke kabupaten/kota yang dikelola oleh daerah masing-masing,” ucap Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Hasan.
Ia menjelaskan, bahwa pendapatan dari pariwisata sepenuhnya dikelola oleh tiap pemerintah kabupaten/kota. Karena, kewenangan pemungutan pajak hotel, restoran, hiburan, dan sektor-sektor lainnya berada di tingkat daerah, bukan provinsi.
“PAD dari sektor pariwisata itu seluruhnya masuk ke kabupaten/kota. Provinsi tidak dapat, karena kita tidak punya kewenangan buat memungut pajak di sektor itu,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Senin (21/7/2025).
Lebih lanjut, ia mengatakan, perkiraan perputaran uang tersebut tentunya dihitung berdasarkan target kunjungan para wisatawan, meliputi wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 1,7 juta orang dengan rata-rata pengeluaran sebesar Rp4,76 juta per orang.
“Kemudian kita hitung juga dari wisatawan nusantara (wisnus), kita tahun ini targetkan ada sebanyak 2,2 juta orang yang berkunjung dengan total pengeluaran rata-rata Rp2,2 juta per orang,” sebutnya.
Selain itu, sebagai contoh, Hasan menyebut, Pemerintah Kabupaten Bintan tahun lalu telah berhasil memperoleh PAD yang nilainya hampir mencapai sekitar Rp200 miliar dari sektor pariwisata.
“Itu bukti nyata kalau kabupaten/kota di Kepri sangat diuntungkan secara fiskal dari sektor pariwisata,” tambahnya.
Meski begitu, Hasan menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tentunya memainkan peran penting dalam pengembangan dan promosi pariwisata daerah.
Hal ini terbukti dengan adanya koordinasi antar stakeholder terkait, fasilitasi event, hingga peningkatan infrastruktur pendukung yang dapat mendongkrak daya tarik para wisatawan ke Provinsi Kepri.
“Dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, maka kita harapkan tiap kabupaten/kota dapat mengoptimalkan potensi pendapatan daerah dari sektor pariwisata secara berkelanjutan,” tutupnya. (dim)




