BATAM (HAKA) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, langsung turun ke lapangan pada hari pertama masuk kerja pasca-lebaran, Rabu (25/3/2026).
Amsakar memanfaatkan momen tersebut, untuk meninjau langsung penataan taman, serta pembangunan infrastruktur di sejumlah titik strategis.
“Saya ingin memastikan pekerjaan itu ada perkembangan nyata di lapangan,” ujar Amsakar.
Peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh proyek pembangunan di Kota Batam, tetap berjalan sesuai rencana awal.
Amsakar tetap memantau kondisi riil pekerjaan, meskipun pemerintah sedang memberlakukan kebijakan Work From Anywhere (WFA).
“Ini bagian dari upaya kami memenuhi komitmen kepada masyarakat terhadap pembangunan kota,” tuturnya.
Kawasan taman di sekitar Bandara Hang Nadim menjadi lokasi pertama, untuk mengecek kondisi tanaman kota.
Ia menyoroti kondisi tanaman yang mulai tampak gersang, akibat pengaruh cuaca panas yang melanda wilayah Batam belakangan ini.
“Dinas terkait harus segera melakukan langkah penanganan agar estetika kota tetap terjaga,” tegasnya.
Amsakar kemudian melanjutkan peninjauan ke proyek pembangunan box culvert di kawasan pusat pemerintahan Batam Centre.
Infrastruktur drainase tersebut memiliki peran sangat penting, untuk mengurangi potensi genangan air di lingkungan perkotaan saat hujan turun.
“Pembangunan ini sangat penting untuk mendukung kenyamanan lingkungan di pusat kota,” katanya.
Tak hanya drainase, ia juga mengecek progres pembangunan empat taman baru di kawasan Simpang Pollux Kota Batam.
Amsakar mengapresiasi capaian dua taman, yang telah selesai dan mendorong percepatan penyelesaian untuk taman lainnya.
“Dua taman sudah selesai, kami mendorong percepatan pembangunan taman yang lainnya,” jelasnya.
Selanjutnya, ia meninjau pembangunan kolam retensi di Simpang Kepri Mall sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir kota.
Proyek ini memiliki misi mendukung sistem tata kota yang lebih tertib, berkelanjutan, serta meminimalisir risiko luapan air.
“Ini menjadi solusi pengendalian banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi,” tukasnya. (sih)





