TANJUNGPINANG (HAKA) – Yanto, seorang pedagang ayam goreng krispi, di Kota Tanjungpinang, mulai kesulitan mendapatkan ayam potong dalam dua pekan terakhir.
“Karena stok ayam mulai menipis sekarang,” tuturnya, kepada hariankepri.com, Jumat (26/12/2025) malam.
Akibatnya, Yanto, mendapatkan pengurangan stok ayam dari distributor, di Pasar Barek Motor Kijang, dan Pasar Inpres Kijang, Bintan.
Biasanya, ia membeli 55 Kilogram (Kg) sampai 60 Kg, untuk 2 unit gerobak jualannya di Kota Tanjungpinang.
“Setelah dibatasi, saya hanya dapat 30 Kg sampai 35 Kg ayam potong,” tambahnya.
Akhirnya, Yanto, memutuskan 1 unit gerobak dagangannya tidak beroperasi lagi. “Saya hanya jualan di satu gerobak saja sekarang,” jelasnya.
Bukan hanya itu, menurut dia, harga ayam pun naik dari 36 ribu menjadi Rp41 ribu hingga Rp55 ribu per Kg.
“Harganya pun melambung tinggi di pasar,” tegasnya.
Namun demikian, dirinya belum memutuskan kenaikan harga ayam krispi-nya. Karena, ia khawatir pelanggarannya makin berkurang.
“Solusinya, saya perkecil ukuran ayam krispinya, untuk menutupi biaya operasional sehari-hari,” tuturnya.
Yanto menambahkan, alasan pedagang ayam potong menaikkan harga serta mengurangi jumlah penjualan per kg kepada pelanggan. Karena kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Bibit ayam berkurang yang dari Medan ke Batam maupun Bintan, karena imbas dari bencana Sumatera,” pungkasnya. (rul)





