TANJUNGPINANG (HAKA) – Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menegaskan, bahwa arah kebijakan pembangunan Kota Gurindam tetap tegak lurus dengan panduan nasional Asta Cita.
Lis menyampaikan, hal itu usai memimpin upacara Hardiknas dan peringatan Hari Otonomi Daerah, di Lapangan Dewa Ruci pada Sabtu kemarin.
Lis menekankan, bahwa otonomi daerah harus memastikan setiap anggaran, benar-benar menjawab kebutuhan mendasar bagi seluruh lapisan masyarakat setempat.
“Program pemerintah daerah tidak boleh sekadar seremoni. Kita harus mendorong ekonomi yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar Lis.
Menurutnya, penguatan ekonomi kerakyatan adalah langkah paling realistis, untuk menjawab berbagai tantangan ekonomi pada tingkat lokal saat ini.
Lis juga menyoroti sektor pendidikan serta bertekad menghapus persepsi masyarakat, yang menganggap bahwa pendidikan berkualitas membutuhkan biaya sangat besar.
Ia menjelaskan bahwa negara sudah menanggung sebagian besar jenjang pendidikan, melalui berbagai skema bantuan dana yang tersedia saat ini.
Pemko Tanjungpinang terus memperkuat program Sekolah Rakyat untuk menjangkau anak-anak yang putus sekolah, agar mereka kembali mengenyam bangku pendidikan.
“Program sekolah rakyat menjadi solusi bagi anak dari keluarga kurang mampu, agar mereka tetap bisa menempuh pendidikan yang layak,” jelasnya.
Bagi Lis, peningkatan akses pendidikan merupakan langkah jangka panjang paling efektif, guna memutus rantai kemiskinan serta meningkatkan kualitas SDM.
Lis memastikan pemerintah akan terus berupaya menciptakan tenaga pendidik yang sejahtera, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman yang dinamis.
“Pendidikan merata dan guru berkualitas adalah kunci utama, karena kita ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif di Tanjungpinang,” pungkasnya. (sih)





