TANJUNGPINANG (HAKA) – Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Prof DR Agung Dhamar Syakti, menegaskan bahwa, keterbatasan anggaran membatasi kapasitas beasiswa internal kampus.
Ia mengatakan, bahwa dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) sepenuhnya mengalir dari pemerintah pusat, bukan dari internal UMRAH.
“KIP itu dari pusat. UMRAH tidak punya dana mandiri besar,” ucapnya kepada hariankepri.com, belum lama ini.
Pihak UMRAH juga tidak bisa menggunakan dana UKT sepenuhnya untuk beasiswa, karena harus membiayai kebutuhan pendidikan dan riset.
“Saat ini, UMRAH menjalankan skema KIP berdasarkan prestasi akademik dan kondisi sosial ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, Bank Indonesia turut menyokong bantuan pendidikan untuk sekitar 50 mahasiswa UMRAH setiap tahunnya.
Meski anggaran terbatas, kata Agung, UMRAH tetap meluncurkan Beasiswa Gurindam 1. Program ini secara khusus mengapresiasi mahasiswa, yang mengukir prestasi di luar bidang akademik, seperti para penghafal Alquran.
“Kami menyediakan Beasiswa Gurindam 1 untuk 10 sampai 20 orang. Hafiz quran minimal 8 juz bisa kuliah gratis sampai selesai,” jelas Agung.
Pihak kampus juga memberi perhatian khusus pada Program Studi Kedokteran. UMRAH mengalokasikan satu kuota beasiswa penuh bagi putra-putri daerah terbaik.
“Untuk kedokteran satu orang. Syaratnya, lulusan SLTA asal Tanjungpinang dengan nilai terbaik. Kampus membebaskan seluruh biaya kuliahnya,” tambahnya.
Secara keseluruhan, kemampuan anggaran mandiri UMRAH saat ini hanya mampu menjangkau sekitar 20 penerima beasiswa penuh.
“Sementara ini kami hanya bisa membiayai sekitar 20 orang. Karena itu, kami mendorong mahasiswa agar aktif mencari peluang beasiswa dari pihak luar,” tutupnya. (dan)





