TANJUNGPINANG (HAKA) – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang mengantisipasi cuaca ekstrem, saat perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Setiadi Dermawan Wakan menilai, cuaca ekstrem cenderung terjadi saat akhir bulan November hingga awal Januari.
“Kami sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi demi kelancaran operasional penerbangan,” ujarnya, kepada hariankepri.com, Jumat (19/12/2025).
Pihaknya terus berkoordinasi secara intens bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) setiap jam dan hari.
“Kita perhatikan terus perkembangan cuaca tiap waktu,” jelasnya.
Jika cuaca ekstrem sedang melanda, Setiadi menyarankan setiap pilot untuk meningkatkan kewaspadaannya.
“Semua keputusan penerbangan itu ada di pilot maskapai, selalu utamakan keselamatan sebelum terbang maupun setelah terbang,” tuturnya.
Bandara RHF sendiri telah menyiapkan sarana dan prasarana, seperti memastikan lampu pendaratan dalam keadaan siap saat cuaca ekstrem tiba.
“Tujuannya agar pilot bisa melihat dengan jelas jalur pendaratan di runway,” sebutnya.
Bandara juga memperbaiki sejumlah fasilitas terminal seperti atap yang bocor dan pengaturan suhu udara.
“Jadi pada saat cuaca tidak bersahabat, kami pastikan penumpang tidak kedinginan, begitu pula sebaliknya jika cuaca sedang panas,” tutupnya. (dim)





