KARIMUN (HAKA) – Sejumlah guru Taman Pendidikan Alquran di pedesaan Pulau Kundur, mengeluhkan ketidakjelasan pencairan insentif yang hingga kini belum menemui titik terang.
Kekecewaan ini muncul, karena perbedaan perlakuan antara guru TPQ pada wilayah kelurahan dengan mereka yang bertugas di wilayah desa.
Seorang guru TPQ, Fitri mengungkapkan, bahwa guru di kelurahan mulai menerima pencairan insentif, sementara guru di desa masih menunggu tanpa kepastian.
“Kami merasa tidak adil, karena guru kelurahan sudah mulai menerima pencairan tetapi kami di desa belum mendapat kepastian,” ujarnya.
Fitri menambahkan, bahwa rencana awal pemerintah akan melimpahkan pembayaran insentif kepada masing-masing pemerintah desa.
Namun masalah baru muncul, karena banyak pemerintah desa mengaku belum mengalokasikan dana tersebut, dalam anggaran pendapatan dan belanja desa mereka.
“Satu sisi rencana pelimpahan ke desa muncul namun pihak desa belum memiliki anggaran sehingga kondisi ini membingungkan kami,” keluh Fitri.
Fitri berharap Pemerintah Kabupaten Karimun, segera memberikan penjelasan transparan serta solusi merata terkait mekanisme pencairan hak para guru tersebut.
“Kami butuh kepastian dan solusi adil dari Pemkab Karimun agar tidak terus menunggu tanpa ada kejelasan yang merata,” pungkasnya. (sih)





