25.5 C
Tanjung Pinang
Kamis, Februari 19, 2026
spot_img

Guru Honorer Terabaikan, UKM UMRAH Protes Kebijakan SPPG

TANJUNGPINANG (HAKA) – UKM Risalah Maritim UMRAH, menyoroti pengangkatan pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi PPPK di Tanjungpinang.

“Kami nilai pemerintah lebih memprioritaskan status pegawai di MBG daripada masalah guru honorer,” ucap Perwakilan UKM Maritim UMRAH, Meidwix Syafnaraja.

Ia menganggap kebijakan pemerintah terkait SPPG sangat kontras, dengan nasib buruk para guru honorer saat ini.

“Negara jangan hanya sigap mengurus dapur sekolah, tapi lamban membenahi kualitas ruang kelas,” tegasnya kepada hariankepri.com, kemarin.

Menurutnya, kesuksesan pendidikan bukan sekadar program MBG, melainkan bergantung pada perjuangan tulus guru honorer.

Selama ini, guru honorer memikul beban berat pendidikan meskipun menyandang status kerja yang tidak jelas dan sangat rentan.

“Pendidikan bukan cuma masalah perut kenyang, tetapi tentang cara negara memuliakan para pendidik,” ucap Meidwix lugas.

Lebih lanjut ia mengatakan, pemerintah seharusnya mendahulukan kesejahteraan guru honorer, sebagai bentuk keberpihakan nyata bagi dunia pendidikan.

Meidwix memperingatkan, bahwa masa depan pendidikan akan rapuh jika program baru terus mengalahkan kepentingan utama para guru.

“Pendidik yang manusiawi dan dihargai negara merupakan fondasi utama untuk membangun masa depan bangsa,” pungkasnya. (ars)

Baca Juga:  Rizqi Hengki Terpilih Jadi Agen Perubahan PTA Kepri
Arsih Zul Adha, S.H.
Arsih Zul Adha, S.H.
Jurnalis hariankepri.com sejak tahun 2026. Lahir di Tanjungpinang pada 27 Januari 2004, merupakan alumni SMAN 1 Tanjungpinang dan telah menempuh pendidikan tinggi di Prodi Ilmu Hukum FISIP UMRAH. Dalam kesehariannya, aktif melakukan peliputan dan penulisan berbagai peristiwa di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri)
spot_img
spot_img

Berita Lainnya

- Iklan -spot_img
Seedbacklink

Berita Terbaru